Site Feedback

Menjadi Seorang Guru yang Tidak Suka Dipanggil Guru

 

Saya senang menjadi seorang guru, karena dengan menjadi seorang guru, saya bisa memberi pengetahuan baru pada orang-orang.
Tapi di satu sisi, saya tidak suka dipanggil guru. Hal ini mengingatkan saya pada perkataan salah satu guru saya di SMA, beliau bilang, "saya belum menjadi seorang guru. Seorang guru harus dapat digugu dan ditiru". Padahal, saya pikir beliau merupakan seorang guru yang hebat! Beliau sangat pantas untuk digugu dan ditiru.
Siapa yang sangka, beberapa tahun setelahnya, saya benar-benar (akan) menjadi seorang guru. Mungkin ini semacam kualat karena saya asal ceplos bilang saya mau jadi guru dulu.
Saya pikir jadi guru itu gampang, yang penting mengajarkan konsep pada murid dan membuat mereka mengerti. Lalu pekerjaan beres. Padahal kenyataannya tidak seperti itu!
Seorang guru harus dapat menjelaskan sebuah konsep kepada muridnya dengan baik sampai dia mengerti. Lalu setelahnya harus memotivasi muridnya untuk belajar lebih giat lagi.
Terdengar mudah? Tidak!
Saya mau menjadi guru tapi saya tidak suka menjadi guru atau dipanggil guru. Saya tidak suka ketika saya harus menjelaskan sebuah konsep. Saya juga tidak suka dengan pertanyaan seperti kenapa dan bagaimana. Karena saya harus menjelaskan konsepnya kembali.
Blah! Saya juga tidak suka ketika saya harus menggunakan atau mendengar kata-kata "mengajar", "menjelaskan", "kenapa", "bagaimana". Jangan tanya kenapa karena kenapa ada di daftar kata yang saya tidak suka.

Aneh? Ya inilah saya, seorang guru yang tidak suka dipanggil guru.

Share:

 

4 comments

    Please enter between 0 and 2000 characters.

     

    Corrections

    No corrections have been written yet. Please write a correction!

    Write a correction

    Please enter between 25 and 8000 characters.

     

    More notebook entries written in Indonesian

    Show More