Site Feedback

Masalah Bahasa

   OOPT 

Aku pernah beberapa masalah dengan kira tentang bahasa yang lain dari bahasa inggris. Mungkin karena aku kira, bicara, dan menulis bahasa indonesia seperti bahasa inggris, tapi bahasa ini tidak sama. Kalau bicara bahasa inggris harus bicara prediket + subjek, tapi kalau bicara bahasa indonesia subjek + prediket - lebih susah untuk aku mengerti. Jadi aku pernah satu pertanyaan untuk semua orang - apakah semua punya masalah seperti itu waktu latihan bahasa yang lain?

Share:

 

3 comments

    Please enter between 0 and 2000 characters.

     

    Corrections

    Masalah Bahasa

    Aku pernah beberapa bermasalah dengan kira tentang dalam belajar bahasa yang lain dari selain Bahasa Inggris. Mungkin karena aku kira, bicara dan menulis dalam Bahasa Indonesia sama seperti Bahasa Inggris, tapi ternyata hal itu bahasa ini tidak sama. Kalau Dalam berbicara Bahasa Inggris, kita harus menggunakan bicara prediket + subjek, tapi kalau saat bicara Bahasa Indonesia kita harus menggunakan subjek + prediket, hal ini lebih susah sulit untuk aku mengerti. Jadi aku pernah mempunyai satu pertanyaan untuk kalian semua orang. Apakah kalian semua punya masalah seperti itu waktu saat kalian latihan bahasa yang lain asing?

    Masalah Bahasa

    Aku pernah beberapa (beberapa= maybe you wanted to say "I've several times had problems") kali memiliki masalah dengan kira tentang bahasa yang lain dari selain bahasa inggris. Mungkin karena aku kira, bicara, dan menulis bahasa indonesia sama seperti bahasa inggris, tapi tetapi ternyata bahasa ini tidak sama. Kalau bicara bahasa inggris harus bicara prediket predikat + subjek, tapi sedangkan kalau bicara bahasa indonesia menggunakan subjek + prediket predikat - jadi lebih susah untuk aku mengerti dimengerti. Jadi aku pernah memiliki satu pertanyaan untuk semua orang - apakah semua orang punya masalah seperti itu waktu latihan bahasa yang lain?

     

    yellow and blue: : the yellow sign is to add the words so that the sentence will be more clearly and have a good pattern / make it perfect sentence


    red: correcting


    KEEP LEARN IT and PRACTICE! :D


    advice: read some Indonesian books such as novel, news paper or article on the internet which is written in bahasa Indonesia. or you can watch and listen to Indonesian movies and songs :) that way can help you a lot! :)

    I can help you to find out what book/nove/article, or movies and songs.

    goodluck and have a nice day! 

    Masalah Bahasa

    Aku pernah memiliki beberapa masalah dengan kira tentang dalam mempelajari bahasa yang lain dari selain bahasa inggris. Mungkin karena aku kira, bicara, dan menulis dalam bahasa indonesia seperti bahasa inggris, tapi bahasa tetapi ternyata ini tidak sama. Kalau Jika berbicara dalam bahasa inggris harus bicara menggunakan predikat + subjek, tetapi kalau jika berbicara dalam bahasa indonesia digunakan subjek + predikat - lebih susah untuk aku dimengerti. Jadi aku pernah memiliki satu pertanyaan untuk kalian semua - apakah kalian semua mempunyai masalah seperti itu waktu latihan bahasa yang lain?

     

    my correction it's just for make it a bit formal. and i also agree with Dita, that for formal you can use Saya, instead of Aku. Anyway about your question, for me the answer is yes.. it feels like when you change from learning A to B, you have to resetting again everything inside your brain.. *learning french and russian at the same time.. Keep learning Indonesian!

    Masalah Bahasa

    Aku pernah bermasalah / mengalami kesulitan beberapa masalah dengan kira tentang dalam mempelajari bahasa selain  yang lain dari bahasa inggris. Mungkin karena ketika aku kira berpikir, berbicara, dan menulis dalam bahasa indonesia, seperti ketika aku menyusun kalimat ke dalam bahasa inggris. tapi  Namun pada kenyataannya, kedua bahasa ini tidak sama. Kalau  Ketika bicara dalam bahasa inggris, harus bicara kita menggunakan prediket  predikat + subjek, tapi kalau ketika bicara dalam bahasa indonesia, subjek + prediket  predikat.  Lebih susah untuk aku mengerti dimengerti ATAU Bagiku, hal ini lebih susah untuk dipahami. Jadi aku pernah punya satu pertanyaan untuk semua orang - Apakah kalian semua menghadapi masalah seperti itu waktu latihan belajar bahasa yang lain?

     

    Hi, it was great job! I understand what were you going to say, but just some remarks from me. Please you also will correct my english as well. :)

    Actually, for formal sentence we use SAYA not AKU. Saya is formal. You can't talk use AKU to Mr. President and to those people who are highly respected (those whom you don't know really well). So you'll use SAYA.

    In daily life, some people use AKU in their conversation (to feel relax) or when that person talks to his/her close people (parents, friends, gf/bf, etc) BUT in some regions in Indonesia, people use AKU to whoever, because aku is their traditional language (one of examples: palembangnese, in Sumatra)

    In novel or short story, well, we can say in literature works, you'll meet the author uses more AKU than Saya. Aku has 'romantic and soft atmosphere'.

     

    another remark, for using TAPI / TETAPI we can't use it in the beginning of (formal) sentence. In conversation sometimes indonesian people use tapi / tetapi as well. You should pay attention to use tapi / tetapi because you should put (,) before it.

    For example:  Saya tidak lapar, tetapi saya harus makan agar saya tetap sehat.

    you cant write it: Saya tidak lapar tetapi, saya harus makan agar saya tetap sehat.

    You know, not all indonesians know about this. They don't care about it. My teacher taught me when i was in elementary school.

    So.......to replace TAPI / TETAPI in the beginning of a sentence, we use NAMUN.

     

    for answering your question:

    Ya, saya juga menghadapi kesulitan yang sama ketika saya belajar bahasa lain. Sebagai contoh, saya belajar bahasa prancis dan turki, tata bahasa kedua bahasa ini benar-benar berbeda dari bahasa inggris dan bahasa indonesia. Benar-benar bikin pusing kepala. :D

    Write a correction

    Please enter between 25 and 8000 characters.

     

    More notebook entries written in Indonesian

    Show More