Search from various angielski teachers...
Rohan Iyer
Australia adalah sangat dekat ke Indonesia
Australia dan Indonesia adalah kedua negara besar. Pergi dari Sydney ke Padang, misalnya, adalah lumayan jauh. Namun, karena Indonesia punya banyak pulau-pulau, beberapa pulau adalah dekat ke Australia utara. Saya melihat peta di dunia di Google dan saya menyadari bagaimana dekat Darwin adalah ke Timor dan Papua.
Baru saja, saya nonton mini-dokumenter di Bahasa Indonesia tentang beberapa anak-anak yang ambil dari Timor-Leste ke Jawa oleh tentara selama perang. Di dokumenter, anak-anak yang (sekarang orang dewasa) pulang ke Timor-Leste untuk kumpul lagi dengan keluarga mereka. Saya tidak tahu apa-apa tentang Timor-Leste jadi saya adalah sedikit terkejut ketika saya belajar tentang anak-anak yang ambil. Tetapi, saya senang karena mereka pulang.
Saya banyak suka belajar tentang budaya di pulau-pulau lebih kecil di Indonesia. Karena saya bermain Gamelan, saya tahu sedikit tentang budaya Jawa Tengah dan Sunda (dan juga sedikit tentang Sumatra dan Bali karena saya suka baca) tapi saya ingin belajar lebih tentang pulau-pulau kecil. Oleh karena itu saya nonton dokumenter contohnya ini.
Kemudian virus corona menjadi kurang berbahaya, saya ingin pergi ke Indonesia dan perjalanan ke banyak pulau-pulau.
Juga, tolong rekomendasi saya beberapa dokumentar untuk nonton! :)
18 sie 2020 23:58
Poprawki · 5
1
Australia adalah sangat dekat ke Indonesia
Australia dan Indonesia adalah <s>kedua</s> dua negara besar. <s>Pergi</s> Misalnya, perjalanan dari Sydney ke Padang <s>misalnya, adalah </s>lumayan jauh. Namun, karena Indonesia punya banyak pulau-pulau, beberapa pulau <s>adalah</s> dekat <s>ke</s> dengan Australia utara. Saya melihat peta di dunia di Google dan saya menyadari <s>bagaimana</s> bahwa Darwin lebih dekat <s>adalah</s> ke Timor dan Papua.
Baru saja, saya nonton mini-dokumenter di Bahasa Indonesia tentang beberapa anak-anak yang <s>ambil</s> diambil dari Timor-Leste ke Jawa oleh tentara selama perang. Di dokumenter itu, anak-anak yang (sekarang orang dewasa) pulang ke Timor-Leste untuk berkumpul lagi dengan keluarga mereka. Saya tidak tahu apa-apa tentang Timor-Leste jadi saya <s>adalah</s> sedikit terkejut ketika saya belajar tentang anak-anak yang <s>ambil </s>diambil. Tetapi, saya senang karena mereka pulang.
Saya <s>banyak</s> sangat suka belajar tentang budaya di pulau-pulau yang lebih kecil di Indonesia. Karena saya bermain Gamelan, saya tahu sedikit tentang budaya Jawa Tengah dan Sunda (dan juga sedikit tentang Sumatra dan Bali karena saya suka baca) tapi saya ingin belajar lebih tentang pulau-pulau kecil. Oleh karena itu saya nonton dokumenter contohnya ini.
Kemudian, jika virus corona menjadi kurang berbahaya, saya ingin pergi ke Indonesia dan melakukan perjalanan ke banyak pulau-pulau.
<s>Juga</s>, tolong saya diberi rekomendasi <s>saya</s> beberapa dokumentar untuk ditonton <s>nonton</s>! :)
20 sierpnia 2020
Australia sangat dekat dengan Indonesia. Australia dan Indonesia adalah
negara besar.
Misalnya, kalau/jika ingin pergi ke Padang dari Sydney, itu lumayan jauh. Namun, karena Indonesia punya banyak pulau, beberapa pulau dekat dari/dengan
Australia bagian utara.
Saya melihat peta dunia di Google dan saya menyadari
Begitu dekatnya Darwin dari/dengan Timor dan Papua.
Baru saja, saya nonton film
mini-dokumenter dalam Bahasa Indonesia tentang beberapa anak-anak yang diungsikan dari
Timor-Leste ke Jawa oleh tentara selama perang. Di film dokumenter, anak-anak yang
sekarang telah/sudah dewasa, mereka pulang ke Timor-Leste untuk berkumpul lagi dengan keluarga
mereka.
Saya tidak tahu apa-apa tentang Timor-Leste jadi saya sedikit
terkejut ketika saya belajar tentang anak-anak yang diambil.
Tetapi, saya senang
karena mereka bisa pulang.
Saya sangat suka belajar tentang budaya di pulau-pulau
kecil Indonesia.
Saya bermain Gamelan, karena itu saya tahu sedikit tentang
budaya Jawa Tengah dan Sunda (dan juga sedikit tentang Sumatra dan Bali karena
saya suka baca) tapi saya ingin belajar lebih tentang pulau-pulau kecil. Oleh
karena itu, saya nonton film dokumenter contoh ini.
Kalau virus corona menjadi
kurang berbahaya, saya ingin pergi ke Indonesia dan jalan-jalan ke banyak
pulau. Juga, tolong rekomendasikan saya beberapa film dokumentar untuk nonton! :)
“Adalah” in bahasa Indonesia is NOT exactly same as “is, are, am,” in English.
Adalah is used to explain or describe A is identical with B, or A is the part of B.
So you cannot use “adalah” for sentence like :
Indonesia adalah cantik (Indonesian is beautiful)
But you can use adalah for :
Indonesia adalah negara tropis (Indonesian is a tropical country).
The preposition for Dekat is “dekat dengan/dari” not “Dekat ke”
So you have to say :
Rumah saya dekat sekolah
Rumah saya dekat dari/dengan sekolah
Not
Rumah saya dekat ke sekolah
For formal writing you cannot put “Karena, untuk, dengan, dari, ke” in front of the sentence.
If you want to say that you like something a lot, we don’t say “suka banyak”
We used “very like” instead
So if you want to say
I like pizza a lot
You have to say
Saya suka sekali pizza
Saya sangat suka pizza
For this sentence :
saya sedikit terkejut ketika saya belajar tentang anak-anak yang “diambil.”
This is advanced Indonesian grammar.
If you are talking about object and you put the object as the subject of the sentence and you use “yang” the verb behind yang, you need to change it to be a passive form (with prefix “di-“)
For examples:
Makanan yang dimakan
Film yang ditonton
Hal penting yang mau dibicarakan
Tempat-tempat yang bisa dikunjungi
Semoga koreksi dan penjelasannya membantu ya!
29 września 2020
Mantap!
20 sierpnia 2020
Chcesz robić postępy szybciej?
Dołącz do społeczności uczących się i wypróbuj darmowe ćwiczenia!
Rohan Iyer
Znajomość języków
angielski, francuski, indonezyjski, tamilski
Język do nauczenia się
indonezyjski
Artykuły, które również mogą ci się spodobać

How to Ask for a Raise or Promotion in English
10 głosy poparcia · 8 Komentarze

The Key to Learning a Language Faster
31 głosy poparcia · 8 Komentarze

Why "General English" is Failing Your Career (An Engineer’s Perspective)
30 głosy poparcia · 12 Komentarze
Więcej artykułów
