Выбрать из множества учителей по предмету английский...
JoshMeares
Enam orang buta dan si gajah Ada keyakinan tentang agama yang semakin populer setiap tahun. Keyakinan ini dijelaskan oleh cerita tentang sebuah gajah dan enam orang buta. (http://en.wikisource.org/wiki/Page:The_poems_of_John_Godfrey_Saxe.djvu/279) Di cerita ini, enam orang buta menghadapi si gajah. Mereka coba belajar tentang gajahnya oleh menyentuhnya. Tapi karena masing-masing menyentuh bagian gajah beda. Jadi, orang batu yang menyentuh samping wajah, bilang "Gajahnya kayak tembok". Orang buta yang menyentuh gading gajah, bilang "Gajahnya kayak tombak". Setiap orang buta punya hal yang beda dan mereka membantah tentang hal yang mana benar. Kemudian, penyair itu bilang ke para pembacanya, semua orang buta menyentuh gajah sama, dan itu seperti banyak agama dan Allah. Setiap agama punya sesuatu bagus dan sesuatu salah, tapi semua agama menuju kepada Allah. Keyakinan terdengar bagus sekali karena semua orang bisa percaya di agama diri. Semua agama diterima oleh yang lain. Hal ini suara bagus untuk orang yang tidak mau menghakimi. Tapi, ada yang keyakinan sombong sembunyi dalam hal ini. Kalau setiap agama benar, maka setiap agama juga salah. Karena mereka tidak setuju. Dan siapa yang tahu kesalahan semua agama? Itu penyair aja! Penyair bisa tahu semua kesalahan. Cuma dia mengerti bahwa setiap agama tidak benar tentang allah, cipta bumi, begitu. Berapa dewa ada? banyak atau satu atau kosong? Agama beda percaya beda. Tapi penyair (dan filosofi ilmu) percaya bahwa allah gak berjiwa. Jadi hal-hal yang similar di semua agama tentang etika seperti jangan membunuh, jangan bohong ... itu aja yang benar di agama. Nah, kenapa menulis penulisan ini? Kalo, orang yang percaya di agama beda tidak berselisih tidak usah pura-pura seperti mereka setuju. Lebih baik kalo mereka berbicara tentang kebedaan dan pikir tentang hal-hal beda. Karena kalo Allah berjiwa atau kalo dia gak berjiwa, kita tidak bisa bilang hal dua-duanya benar. Kalau cewek sama kemampuan dengan cowok atau nggak sama, kita tidak bisa bilang hal dua-duanya benar. Kalo bayi masih di rahim ada manusia atau belum ada manusia, kita tidak bisa pura-pura dua-duanya yang benar. tidak harus berkelahi juga.

Исправления · 11

0

Enam orang buta dan si gajah

Ada keyakinan tentang agama yang semakin populer setiap tahun. Keyakinan ini dijelaskan oleh cerita tentang sebuah gajah dan enam orang buta.

(http://en.wikisource.org/wiki/Page:The_poems_of_John_Godfrey_Saxe.djvu/279)

Di cerita ini, enam orang buta menghadapi si gajah. Mereka mencoba belajar tentang si gajahnya oleh dengan menyentuhnya. Tapi karena masing-masing menyentuh bagian gajah yang berbeda. Jadi, maka orang batu buta yang menyentuh bagian samping wajah bilang: "Gajahnya kayak tembok". Orang buta yang menyentuh gading gajah bilang: "Gajahnya kayak tombak". Setiap orang buta punya hal yang berbeda dan mereka membantah tentang hal yang mana benar. Kemudian, penyair itu bilang ke para pembacanya: "semua orang buta menyentuh gajah yang sama, dan itu hal tersebut sama seperti banyak agama dan Allah. Setiap agama punya sesuatu yang bagus dan sesuatu yang salah, tetapi semua agama menuju kepada Allah".

Keyakinan terdengar bagus sekali karena semua orang bisa percaya di pada agamanya sendiri. Semua agama diterima oleh yang lain. Hal ini suara bagus untuk orang yang tidak mau menghakimi. Tapi, ada yang keyakinankesombongan akan keyakinan yang tersembunyi dalam hal ini. Kalau setiap agama benar, maka setiap agama juga salah. Karena mereka tidak setuju. Dan siapa yang tahu kesalahan semua agama? Itu penyair aja! Penyair bisa tahu semua kesalahan. Cuma dia mengerti bahwa setiap agama tidak benar tentang Allah, pencipta bumi, begitu. Berapa banyak dewa yang ada? banyak atau satu atau kosongtidak ada sama sekali? Agama beda, kepercayaan pun berbeda. Tapi penyair (dan filosofi ilmu) percaya bahwa Allah gak berjiwa. Jadi, hal-hal yang similar kemiripan di semua agama tentang etika seperti jangan membunuh, jangan bohong ... itu aja yang benar di agama.

Nah, kenapa menulis pentulisan ini? Kalo orang yang percaya di agama yang berbeda tidak berselisih, tidak usah pura-pura seperti mereka setuju. Lebih baik jika mereka berbicara tentang keperbedaan dan berpikir tentang hal-hal yang berbeda. Karena kalo Allah berjiwa atau kalo dia gak berjiwa, kita tidak bisa bilang hal dua-duanya benar. Kalau cewek sama kemampuannya dengan cowok atau nggak sama, kita tidak bisa bilang hal dua-duanya adalah hal yang benar. Kalo bayi masih di rahim ada manusia atau belum ada manusia, kita tidak bisa pura-pura dua-duanya yang benar. tidak harus berkelahi juga.

0

Enam orang buta dan si gajah

Ada keyakinan tentang agama yang semakin populer setiap tahun(nya). Keyakinan ini dijelaskan oleh dalam (sebuah) cerita tentang sebuah seekor gajah dan enam orang buta.

(http://en.wikisource.org/wiki/Page:The_poems_of_John_Godfrey_Saxe.djvu/279)

Di (dalam) cerita ini, enam orang buta sedang menghadapi si gajah. Mereka mencoba belajar mempelajari tentang sang gajahnya oleh dengan menyentuhnya. Tapi Namun, karena masing-masing (orang) menyentuh bagian gajah (yang) berbeda. Jadi,(lantas) orang batu buta pertama yang menyentuh (bagian) samping wajahnya, bilang berkata, "Gajahnya kayak tembok". Lalu, Orang buta kedua yang menyentuh gading gajahnya, bilang berkata, "Gajahnya kayak tombak". Setiap orang buta mempunya hal pendapat yang berbeda-beda dan mereka membantah tentang hal yang mana yang benar mengenai gajah itu. Kemudian, sang penyair itu pun bilang ke para pembacanya bahwa semua orang buta telah menyentuh gajah yang sama, dan cerita ini telah mengisahkan kita bahwa itu seperti di dunia ini banyak terdapat agama dan Allah Tuhan. Setiap agama mempunyai sesuatu bagus kelebihan dan sesuatu salah kekurangan, tapi semua agama menuju kepada Allah satu Tuhan yang sama.

Memiliki Keyakinan terdengar amatlah bagus baik sekali karena semua orang bisa percaya di terhadap agama mereka diri masing-masing. Terlebih bila semua agama diterima oleh yang lain siapapun. Hal ini suara sangat bagus baik untuk orang yang tidak mau menghakimi dan dihakimi. Tapi Namun, ternyata ada juga yang suatu hal tidak baik yang keyakinan sombong tersembunyi dalam hal ini berkeyakinan, yaitu Kalau setiap agama benar, maka setiap agama juga dapat salah karena disebabkan oleh mereka yang tidak setuju. Dan lagipula, siapakah yang mengetahui kesalahan dari semua setiap agama? Semua Itu kan hanya pendapat penyair saja! Penyair bisa tahu semua kesalahan bercerita apapun . Namun, Cuma hanya dia lah yang mengerti bahwa setiap agama tidak benar tentang allah, cipta bumi, begitu dibalik benar atau salahnya agama mengenai konsep Tuhan, penciptaan, dan lain-lainnya. Berapa dewa ada? Ada berapa jumlah Dewa? banyak, atau hanya satu atau kosong tidak ada? agama beda Beda agama, kepercayaan pun akan berbeda pula. Tapi Namun, penyair (dan filosofi ilmu) percaya bahwa Allah gak tidak berjiwa Jadi Sehingga hanya hal-hal yang similar serupa di semua dalam setiap agama tentang etika seperti jangan membunuh,jangan berbohong, dan lain-lainnya ... itu aja lah yang benar di dalam agama.

Nah Lantas, kenapa mengapa menulis penulisan seperti ini Kalo bila orang yang percaya di terhadap agama yang berbeda-beda saja tidak berselisih dan tidak usah berpura-pura seperti layaknya mereka setuju. Lebih baik kalo bila mereka berbicara tentang kebedaan perbedaan dan pikir tentang hal-hal beda pola pikir Karena kalo jika Allah Tuhan berjiwa atau kalo dia gak berjiwa, tidak, kita pun tetap tidak bisa bilang mengatakan bahwa hal dua-duanya kedua hal itu benar. Kalau cewek perempuan memiliki sama kemampuan yang sama dengan cowok laki-laki atau nggak tidak sama sekali pun, kita tidak bisa bilang hal dua-duanya bahwa kedua-duanya benar. Kalo Jika bayi masih di rahim ada manusia atau belum ada manusia, kita tidak bisa pura-pura dua-duanya yang benar. tidak harus berkelahi juga   Intinya kita tidak perlu berdebat masalah ini.

 

 

 

NB:

 

green: to make the sentence more natural In bahasa

Red : you have to add/change into the correction that I've made for you

 

comment:

 

Actually it's an interesting story. Good Josh^^

But you've to pay attention to every affixes. As you know affixes are very important in Bahasa. Just try to learn more. It's not easy indeed but I'm sure you can^^

And also don't combine the formal form with the informal form like word "kalo" "cewek" "nggak". If you want to make the informal, just write all in informal form and the otherwise.

 

don't give up to learn bahasa^^

 

 

0
agama adalah keyakinan dari dasar hati yang mengatur banyak aspek kehidupan manusia. ukuran kebenaran agama ditentukan oleh logika/akal dan hati/intuisi, orang-orang pasti akan mengatakan agamanya benar dan tidak akan mau mengatakan agamanya salah, karena kalau dia mengatakan agamanya salah, berarti dia mengakui kalau otak dan hatinya rusak/tidak beres.. berbeda dengan ilmu, ilmu memiliki parameter/ukuran yang jelas dan pasti, contoh ilmu matematika, 1+1=2, orang yang menjawab 1+1=3 pasti salah kan... ada beberapa cara menentukan sesuatu/agama benar atau tidak (mungkin akan terdengar klise :D) coba gunakan logika mu dan dengarkan hati mu..
0
Bagimu, agamamu. Bagiku, agamaku. Jalani agama masing-masing dengan penuh keyakinan dan terus meningkatkan iman kita tanpa mengusik agama lain. Ini adalah prinsip.
0
@Axa - Thanks @Hope - I'm not sure I understand what you are saying :) @Suar - Hal ini yang dibilang oleh kamu adalah hal yang saya mau membahas. Kenapa semua orang bisa menjadi benar tentang agama? Kalau matematika ... tidak bisa. Kalau ilmu .... tidak bisa. Kalau gue bilang seekor kucing putih dan seorang lain bilang kucing itu hitam, make kita berdua benar? Jadi, kenapa begitu kalau agama? Sebenarnya, Sang Pencipta cuma ada orang buta juga, kan? Atau mungkin, keyakinan Sang Pencipta ada sama dengan enam orang buta. .Dia pikir bahwa dia benar dan semua selain salah. Kan? Tentu saja, kita harus menghormati manusia. Setiap orang harus memilih percayaan diri tanpa penganiyaan. Tapi itu tidak artinya bahwa semua percayaan benar. Ada agama yang percaya bahwa harus mengorban satu putri untuk dewa. Percayaan itu benar untuk mereka? Ada agama yang percaya dalam Female Genital Mutilation. Ada yang percaya di perang. Ada semua keyakinan ini betul? Atau ada yang salah? Gimana cara memilih keyakinan yang betul dari agama-agama yang tidak setuju?

Вы хотите продвигаться быстрее?

Присоединяйтесь к этому обучающему сообществу и попробуйте выполнить бесплатные упражнения!

Не упустите возможность выучить язык, не выходя из дома. Ознакомьтесь с подборкой опытных преподавателей и запишитесь на свой первый урок прямо сейчас!

Начните учиться сегодня