Search from various Tiếng Anh teachers...
Các bài đăng
Minggu lalu, saya pergi ke rumah makan India Selatan dengan teman saya dari Indonesia. Itu rumah makan populer sekali jadi sangat ramai di sana. Kami beruntung karena tidak perlu menanti di luar untuk meja. Namun, setelah kami duduk di dalam, ada orang yang mulai antri karena rumah makan menjadi penuh. Walaupun saya dari Australia, budaya dan keluarga saya India Selatan. Biasanya, saya masak makanan India Selatan hampir setiap hari jadi bila saya beli makanan dari restoran, saya pesan makanan lain. Namun, kami pergi ke rumah makan India Selatan karena teman saya belum pernah makan santapan ini. Memakan pakai jari-jari kebiasaan orang India. Sekali-sekali kami pakai sendok tapi jarang pakai garpu serta pisau. Menjelaskan makanan yang saya dan teman saya makan dalam Bahasa Indonesia sedikit sulit. Maksud saya, setiap hidangan punya nama berbeda jadi tidak bisa menerjemahkan tepat. Misalnya, ada pun banyak hidangan Indonesia yang sulit untuk menjelaskan dalam Bahasa Inggris. Setelah makan, kami kenyang. Apakah anda suka makanan India? Kalau begitu, apakah anda mencoba makanan India Selatan? Itu sangat berbeda dari pada makanan India Utara!
27 tháng 1 năm 2021
2
0
Selamat Tahun Baru masyarakat iTalki! Saya tidak menulis apa-apa berbulan-bulan karena saya sedikit sibuk. Melainkan saya latihan baca. Kalau saya naik kereta api selama 40-50 menit, ada perpustakaan yang memiliki paling banyak hal dalam Bahasa Indonesia di Victoria, Australia. Sambil saya naik kereta api, saya pun hafal kosakata baru. Dari perpustakaannya, saya pinjam dua buku pelajaran, satu film dan satu buku untuk anak-anak bernama '101 tokoh terkenal dunia'. Setiap hari (atau dua hari) saya coba membaca tentang satu/dua tokoh sehingga saya bisa belajar kosakata baru dan baca lebih cepat. Saya beli kamus Bahasa Indonesia-Bahasa Inggris/Bahasa Inggris-Bahasa Indonesia karena kadang-kadang, Google Translate tidak dapat dipercayai. Saat saya pakai Google Translate, saya harus pakai ponsel pintar atau komputer, sedangkan saya bisa pakai kamus tanpa pergi secara daring. Beberapa orang akan mengatakan bahwa mencari kata-kata di kamus fisik tidak cepat tapi tidak pula tepat guna. Namun, saya pikir itu lebih teliti. Ketika belajar bahasa baru, jangan pakai Google Translate untuk terjemah banyak kalimat. Apakah anda belajar bahasa asing dan pakai Google Translate terlalu banyak? Hentilah! Belilah kamus!
13 tháng 1 năm 2021
5
1
Halo Semuanya! :) Ada berbagai bahasa di Indonesia. Setiap etnis punya bahasa berbeda dari pada etnis lain. Misalnya, orang Jawa berbicara Bahasa Jawa, orang Bali berbicara Bahasa Bali, dan lain-lain. Untunglah, ada bahasa nasional yang kebanyakan orang mengerti sehingga mereka bisa berkunjungi ke pulau berbeda dan masih berbicara dengan orang asli. Namun, ada beberapa desa yang sangat terpencil jadi mungkin orang dari sana tidak bisa berbicara Bahasa Indonesia. Mereka bisa berbicara hanya bahasa pertamanya. Apakah ada banyak desa seperti itu di pulau Jawa dan pulau Sumatera dimana ada orang yang tidak bisa berbicara Bahasa Indonesia? Saya mendengar bahwa lebih timur di Indonesia anda pergi, ada lebih orang yang tidak bisa berbicara Bahasa Indonesia. Apakah itu benar? Misalnya, apakah banyak orang dari Sumba atau Timor atau bahkan Papua yang bisa berbicara Bahasa Indonesia? Kalau tidak, mungkin bahasa pertama mereka lebih berbeda dari pada Bahasa Indonesia, sementara Bahasa Jawa atau Bahasa Bali lebih mirip ke Bahasa Indonesia? Akhirnya, saya punya satu lagi pertanyaan untuk anda. Banyak bahasa di Indonesia punya berbeda aksara. Misalnya, aksara Dayak, aksara Sunda, dan lain-lain. Tapi, paling orang memakai aksara Latin untuk menulis di bahasa mereka. Apakah anda tahu aksara asli di bahasa pertamamu? :)
27 tháng 11 năm 2020
3
3
Selamat Sore semuanya! :) Kapanpun saya ingin menulis di iTalki, saya sudah tahu apa-apa saya mau menulis tentang. Namun, ada selalu petunjuknya jika ada orang yang tidak tahu apa-apa mereka mau menulis tentang. Salah satunya adalah 'menulis lirik lagu di bahasa yang anda belajar'. Jadi, hari ini, saya melakukan itu. Akhir-akhir ini, saya mendengarkan lagu-lagu oleh Benyamin S yang saya sangat suka. Saya mencoba mendengarkan dan menulis lirik untuk lagu ini tanpa membaca lirik online. Juga, ada banyak versi lagu ini jadi bahkan jika saya mencari lirik online, saya akan bingung! Saya mendengarkan versi ini: https://www.youtube.com/watch?v=XAUmXfH6OgI Ada lirik di bawah video tapi saya pikir itu salah? Terima Kasih banyak! :) Benyamin S - Keroncong Kemayoran Paling enak si mangga udan Jiwa manis indung di sayang Pohonnya tinggi, pohonnya tinggi, buahnya jarang Cape rawit, di pohon aren, nggak punye duwit, pokoknye keren ke dondon, mateng di bandin, rambutne gondrong, nyak mampu gunding. Paling enak si orang bujan Jiwa manis indung di sayang Pulanglah pagi, pulanglah pagi kagak di larang Satu satu, ji duri pandan, baju satu, ke rindi badang ???, di atas jaru, ???, nyaku separuh Lagulah ini, lagulah ini mengibur diri Kecik ini, gondang dia, yang punye bini, nontrong di rumah Buah nangka, dan buah gedang, masih perjata, boleh pegadang Sekian
13 tháng 11 năm 2020
2
0
Film Pendek - TILIK Beberapa bulan lalu, teman saya yang saya bertemu di iTalki (pasangan bahasa) mengatakan saya tentang film pendek namanya 'TILIK'. Saya menunda nonton film sampai kemarin lusa yang (can I use ‘yang’ like this in place of ‘when’?) saya punya waktu bebas dan saya ingat saya belum nonton film ini. Saat saya mulai nonton, saya sedikit bingung - mereka berbicara Bahasa Jawa, ada sub judul di Bahasa Indonesia dan saya pun menghidupkan sub judul di Bahasa Inggris. Sebab saya mencoba mengerti bicarakan dan membaca sub judul untuk memriksa kalau saya mengerti benar, kadang-kadang saya lupa nonton adegan! Ada karakter namanya Bu Tejo yang sering memfitnah lain karakter namanya Dian. Saya merasa banyak ketegangan (suspense?) sebab saya menanti bertemu Dian. Namun, saya pikir akhir di film sedikit antiklimaks karena penonton tidak bisa lebih mengerti Dian: mereka harus mengandalkan cerita Bu Tejo. Hanya ketika saya membaca artikel tentang TILIK online, saya menyadari film ini tentang stereotip perempuan dari Indonesia. Mungkin topik ini sangat dalam dan saya belum mengerti cukup. Lagian (anyways?), saya suka film pendek ini. Saya merasa sangat lucu saat polisi berhenti truk! Apakah kalian pikir apa tentang film ini?
6 tháng 11 năm 2020
2
0
Kota Saya Saya tinggal di pusat kota Melbourne. Sekalipun Melbourne adalah kota paling buruk terkena COVID-19 di Australia, beberapa toko bisa membuka sekarang karena kasus berkurang. Ada masih pembatasan yang terhenti orang-orang pergi lebih dari 25km dari rumah mereka, bertemu lebih dari 10 teman, de lain-lain. Saya harap ke situasi menjadi lebih sehat segera supaya saya bisa latihan musik dengan orang-orang lain lagi. Untunglah, saya berada di flat di pusat kota, jadi ada banyak kedai-kedai dan rumah makan di sekeliling rumah saya. Saya tinggal di gedung tinggi, jadi ada orang-orang lain yang tinggal di atas dan di bawah saya. Di selatan, ada taman yang di samping sungai. Di sebarangnya, ada kebun bunga besar yang banyak orang suka berjalan. Di utara, ada banyak kedai. Untuk menuju toko serba ada, saya belok kiri, berjalan lurus, belok kiri lagi dan belok kanan sesudah rumah makan Cina. Di pusat kota, ada banyak pertigaan dan perempatan jadi saya memakai peta di iPhone terkadang supaya saya tahu ke mana saya pergi. Dari pada mobil, berjalan di pusat kota lebih mudah dan lebih cepat sebab ada banyak lampu lalu lintas. Tempat favorit saya pergi pasar besar. Di sana, saya bisa membeli buah-buahan, kacang-kacangan dan sayur-sayuran segar untuk harga murah. Akhirnya, jika saya pernah berjalan terlalu jauh, ada banyak trem saya bisa naik untuk pulang flat saya.
23 tháng 10 năm 2020
4
1
Musik Tradisional dari Jakarta Selama banyak tahun, saya sudah bermain Gamelan Jawa dan baru saja, saya juga mulai bermain Gamelan Sunda. Minat saya di musik dan budaya dari berbeda pulau-pulau dalam Indonesia membawa saya belajar etnomusikologi di universitas. Saya harap ke mulai program doktoral di etnomusikologi segera (tiga-empat bulan). Ada banyak buku dan artikel menulis oleh dosen dari USA, UK, Indonesia, Australia dan negera lain tentang musik tradisional dari Jawa dan Bali sebab ini sangat populer di luar Indonesia. Namun, tidak ada banyak penelitian (di Bahasa Inggris sedikitnya) tentang budaya-budaya lain di Indonesia dan musik mereka. Jadi, akhir-akhir ini, saya mendengar banyak musik tradisional dari Jakarta dan membaca artikel tentang budaya Betawi. Saya pikir ke etnis Betawi (sedikit orang Sunda, sedikit orang Melayu, sedikit orang Cina, dll.) sangat menarik. Saya juga sangat suka musik Gambang Kromong dan tari Betawi, misalnya Jali-Jali dan Sirih Kuning. Namun, untuk PhD saya, saya mau menulis tentang musik Tanjidor dari pinggiran kota di Jakarta (Bekasi, Tangerang, dll.). Sebagai tambahannya bermain Gamelan Jawa dan Gamelan Sunda, saya juga bermain di 'Western-style' orkes yang memakai instrumen mirip ke Tanjidor. Saya sangat gembira ke mulai PhD saya. Semoga, saya bisa pergi ke Jakarta segera dan belajar musik Tanjidor dari pemain asli.
30 tháng 9 năm 2020
5
0
Australia adalah sangat dekat ke Indonesia Australia dan Indonesia adalah kedua negara besar. Pergi dari Sydney ke Padang, misalnya, adalah lumayan jauh. Namun, karena Indonesia punya banyak pulau-pulau, beberapa pulau adalah dekat ke Australia utara. Saya melihat peta di dunia di Google dan saya menyadari bagaimana dekat Darwin adalah ke Timor dan Papua. Baru saja, saya nonton mini-dokumenter di Bahasa Indonesia tentang beberapa anak-anak yang ambil dari Timor-Leste ke Jawa oleh tentara selama perang. Di dokumenter, anak-anak yang (sekarang orang dewasa) pulang ke Timor-Leste untuk kumpul lagi dengan keluarga mereka. Saya tidak tahu apa-apa tentang Timor-Leste jadi saya adalah sedikit terkejut ketika saya belajar tentang anak-anak yang ambil. Tetapi, saya senang karena mereka pulang. Saya banyak suka belajar tentang budaya di pulau-pulau lebih kecil di Indonesia. Karena saya bermain Gamelan, saya tahu sedikit tentang budaya Jawa Tengah dan Sunda (dan juga sedikit tentang Sumatra dan Bali karena saya suka baca) tapi saya ingin belajar lebih tentang pulau-pulau kecil. Oleh karena itu saya nonton dokumenter contohnya ini. Kemudian virus corona menjadi kurang berbahaya, saya ingin pergi ke Indonesia dan perjalanan ke banyak pulau-pulau. Juga, tolong rekomendasi saya beberapa dokumentar untuk nonton! :)
18 tháng 8 năm 2020
5
0
Akhirnya, saya selasai karantina! Dua hari lalu, saya selasai karantina di hotel setelah tiba di Australia. Itu yang lumayan. Sekalipun saya tiba di Australia dua minggu lalu, saya hanya merasa seperti saya kembali ke Australia saat saya meninggalkan hotel yang. Sekarang, saya tinggal dengan paman saya yang rumah adalah 1.5-2 jam mengendarai dari Sydney. Terakhir kali, saya anak kapan saya datang di sini. Namun, saya masih ingat rumah ini karena ada halaman belakang besar. Sekalipun ada virus corona, saya mengejutkan karena banyak orang ini tidal memakai topeng untuk kesahatan. Namun, saya hampir selalu memakai topeng karena saya waspada. Sekarang, ini musim dingin di Australia jadi cuaca ini banyak hujan. Saya harap minggu depan, cuaca ini bukan buruk jadi saya bisa pergi ke bank tanpa menjadi basah. Syukurlah saya masih bisa belajar dan latihan Bahasa Indonesia di iTalki! :)
9 tháng 8 năm 2020
5
0
Karantina di Australia Minggu lalu, saya kembali ke Australia karena saya selasai belajar di universitas di luar negeri. Karena coronavirus, saya harus tinggal di karantina selama dua minggu. Saya beruntung karena saya karantina di hotel bagus. Saya tidak bisa keluar rumahku... mereka tidak beriku kunci untuk rumah! Jadi, saya punya banyak waktu untuk lakukan apa saja saya mau. Saya mulai belajar Bahasa Indonesia sekitar dua tahun lalu tapi setelah beberapa bulan, saya berhanti karena saya mau fokus di bekerja universitas. Sekarang, saya belajar Bahasa Indonesia lagi karena saya mau banyak waktu. Selain belajar Bahasa Indonesia di karantina, saya punya buku untuk baca, saya nonton berita di TV, saya nonton dokumenter tentang budaya Indonesia dan saya bercakap-cakap dengan teman-teman dan keluargaku di telepon. Saya juga lakukan yoga kadang-kadang. Hanya satu minggu dan saya mau meninggalkan karantina. Sesudah itu, saya tinggal dengan keluargaku di Australia.
31 tháng 7 năm 2020
6
0